NADIKABAR.COM β€” PT Telkom Indonesia menyiapkan pengembangan jaringan yang lebih modular dan fleksibel untuk menghadapi lonjakan kebutuhan infrastruktur kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Direktur Network PT Telkom Indonesia Budi Satria Dharma Purba dalam Forum Bali Tech Week di Sanur, Denpasar, Bali, Selasa, mengatakan pola konsumsi jaringan pada era AI berbeda dibandingkan dengan kebutuhan konektivitas sebelumnya.

Jika sebelumnya lalu lintas data relatif mudah diprediksi karena berorientasi pada distribusi konten, kini kebutuhan jaringan semakin dinamis dan terdistribusi.

β€œArsitektur jaringan harus lebih modular dibandingkan sebelumnya, serta lebih mudah ditingkatkan skalanya,” kata Budi.

Menurut dia, perkembangan AI mendorong kebutuhan konektivitas langsung antarpusat data atau data center-to-data center.

Ketika fasilitas pusat data dibangun di dekat sumber energi, operator juga harus memastikan tersedianya jaringan serat optik yang memadai untuk menghubungkan kawasan tersebut dengan pusat-pusat pertukaran data lainnya.

Telkom juga memperkuat konektivitas internasional untuk mendukung kebutuhan pelatihan AI yang melibatkan sumber daya komputasi global.

Perusahaan sedang mengembangkan sekitar 12 proyek kabel laut internasional yang diarahkan untuk membentuk koridor konektivitas AI di berbagai kawasan.

Jaringan tersebut dirancang untuk menghubungkan Indonesia secara lebih langsung dengan Timur Tengah, Eropa, Asia Utara hingga Amerika.

Konektivitas ke China, Hong Kong, Jepang dan Korea Selatan juga menjadi bagian dari pengembangan jaringan intra-Asia.

Budi menjelaskan jalur langsung tersebut diharapkan mengurangi ketergantungan pada pola konektivitas yang selama ini banyak melewati Singapura.

Infrastruktur itu sekaligus disiapkan untuk mengakomodasi kebutuhan lalu lintas data AI yang terus berkembang.

Selain jaringan modular, Telkom mengembangkan konsep network as a service yang memberikan fleksibilitas dalam penyediaan dan peningkatan kapasitas jaringan.

Perusahaan juga menyiapkan pengembangan autonomous network atau jaringan otonom untuk mendukung pengelolaan infrastruktur yang semakin kompleks.

Langkah tersebut ditujukan agar jaringan dapat beradaptasi dengan perubahan lokasi komputasi, kebutuhan kapasitas, dan perkembangan teknologi AI, termasuk penggunaan GPU yang ditempatkan langsung di fasilitas milik pengguna.