NADIKABAR.COM — Omega-3 menjadi salah satu jenis lemak yang banyak dibicarakan karena perannya bagi kesehatan tubuh. Nutrisi ini tidak hanya bisa diperoleh dari suplemen, tetapi juga dari makanan yang cukup mudah ditemukan sehari-hari, termasuk telur dan ikan.
Namun, kandungan omega-3 pada keduanya ternyata cukup berbeda. Ikan, terutama jenis ikan berlemak, umumnya menyediakan EPA dan DHA dalam jumlah jauh lebih tinggi. Sementara itu, telur juga mengandung omega-3, tetapi jumlahnya relatif kecil dan dapat berbeda tergantung jenis pakan ayam.
Lantas, jika harus memilih antara telur dan ikan, mana yang lebih baik untuk memenuhi kebutuhan omega-3? Berikut penjelasannya.
Ikan unggul dalam kandungan omega-3
Jika tujuan utamanya adalah mendapatkan EPA dan DHA, ikan menjadi pilihan yang lebih unggul dibandingkan telur.
Data dari National Institutes of Health (NIH) menunjukkan, satu porsi sekitar 85 gram salmon Atlantik yang sudah dimasak mengandung sekitar 1,24 gram DHA dan 0,59 gram EPA. Pada salmon liar, jumlahnya sekitar 1,22 gram DHA dan 0,35 gram EPA per porsi yang sama.
Ikan lain juga memiliki kandungan yang cukup tinggi. Herring misalnya menyediakan sekitar 0,94 gram DHA dan 0,77 gram EPA, sedangkan sarden kalengan mengandung sekitar 0,74 gram DHA dan 0,45 gram EPA dalam 85 gram sajian.
Sebaliknya, satu butir telur yang dimasak hanya mengandung sekitar 0,03 gram atau 30 miligram DHA dan tidak mencantumkan EPA dalam data yang sama. Artinya, perbedaan kandungannya cukup jauh.