American Heart Association merekomendasikan konsumsi ikan sekitar dua porsi per minggu, terutama ikan berlemak. Contohnya salmon, sarden, makarel, herring dan beberapa jenis ikan lainnya.
Jadi, ikan yang mudah ditemukan di pasar lokal pun dapat menjadi pilihan. Yang perlu diperhatikan adalah jenis ikannya karena kandungan omega-3 dapat berbeda cukup jauh antara satu spesies dan lainnya.
Jika pertanyaannya khusus mengenai sumber omega-3, ikan lebih unggul dibandingkan telur, terutama ikan berlemak seperti salmon, sarden, makarel dan herring.
Dalam data NIH, 85 gram salmon Atlantik yang dimasak menyediakan sekitar 1,83 gram gabungan EPA dan DHA. Sementara satu telur hanya memiliki sekitar 0,03 gram DHA. Perbedaannya cukup besar.
Namun, keduanya tetap bisa dikonsumsi dalam pola makan seimbang. Telur dapat menjadi sumber protein dan nutrisi lain, sedangkan ikan memberikan tambahan EPA dan DHA yang lebih tinggi.
Yang terpenting, konsumsi ikan sebaiknya tetap memperhatikan jenis ikan dan potensi kandungan merkuri. FDA dan EPA memiliki panduan khusus mengenai pilihan ikan yang lebih rendah merkuri, terutama bagi ibu hamil, ibu menyusui dan anak-anak.
Dengan demikian, telur tidak perlu ditinggalkan ketika ingin mendapatkan omega-3. Hanya saja, jika target utamanya adalah meningkatkan asupan EPA dan DHA, ikan berlemak merupakan pilihan yang jauh lebih efektif.