NADIKABAR.COM — Tembok pembatas di SDN Tapos 3 Depok, Jawa Barat, ambruk. Lima siswa tertimpa runtuhan tembok tersebut.

Kepala SDN Tapos 3 Depok, Arum Ika, mengatakan awalnya para siswa sedang tengah bersiap berolahraga. Sambil menunggu guru, mereka berkumpul di lapangan.

Para siswa juga tengah menyiapkan matras dan media pembelajaran. Namun, beberapa siswa duduk di sekitar tembok yang sudah rapuh.

"Ada beberapa siswa kami yang duduk-duduk di sekitar tembok yang memang sudah rapuh dan berisiko," ujar Arum kepada wartawan di lokasi, Jumat (9/10/2026).

Karena insiden itu, lima siswa tertimpa reruntuhan tembok saat ambruk. "Kemudian, entah mungkin karena getaran atau usangnya tembok, anak-anak tertimpa runtuhan tembok yang memang sudah usang. Ada sekitar empat atau lima anak yang duduk-duduk, cuma memang ada yang parah," ungkapnya.

Lima siswa langsung dibawa ke klinik terdekat untuk penanganan medis. Namun, dua siswa mengalami luka hingga mengeluarkan darah.

"Langsung dibawa oleh guru kami. Karena parah dan mengeluarkan darah, kami tidak tahu apa yang terjadi. Akhirnya diputuskan untuk membawa mereka ke rumah sakit terdekat," jelasnya.

Arum mengatakan kedua anak tersebut mengalami luka akibat tertimpa reruntuhan di bagian punggung dan kepala. "Dua anak yang terkena di kepala dan punggungnya sudah ada di rumah, dan orang tua mereka juga sudah memahaminya," tuturnya.

Arum menyampaikan pihaknya akan mengontrol dan memantau kondisi siswa secara intensif pascakejadian. Pihak sekolah juga telah mengoordinasikan perbaikan tembok tersebut ke Dinas Pendidikan.

"Mudah-mudahan, berdasarkan informasi dari dokter, kondisinya tidak separah yang dipikirkan di awal saat mengeluarkan darah. Alhamdulillah saya juga sudah berkoordinasi ke dinas terkait, ke atasan saya di Bidang Dinas Pendidikan, serta bagian sarpas," ungkapnya.

"Alhamdulillah, sebenarnya pagar di sekitar SDN Tapos 3 ini memang mau ada bantuan dari dinas terkait. Alokasinya mungkin di bulan Oktober ini, tetapi saya tidak tahu pastinya kapan. Insyaallah secepatnya," tutupnya.