Jabal Sayid yang terletak sekitar 350 kilometer di timur laut Jeddah di wilayah Madinah, telah dikenal memiliki salah satu cadangan logam tanah jarang paling bernilai di dunia.

Menurut analisis Center for Strategic dan International Studies, yang mengutip perkiraan dari Kementerian Perindustrian dan Mineral Saudi dan perusahaan tambang negara Maaden, lokasi Jabal Sayid diperkirakan menyimpan 552.000 ton logam tanah jarang berat, seperti disprosium dan terbium, dan 355.000 ton logam tanah jarang ringan, seperti neodimium dan praseodimium.

Analisis yang sama mencatat adanya kandungan sekitar 31.000 ton uranium di lokasi tersebut. Kombinasi ini dinilai memberikan posisi unik bagi Saudi untuk mengembangkan siklus bahan bakar nuklirnya sendiri, dan berpotensi mengekspor material itu ke AS.

Pangeran Abdulaziz mengatakan bahwa Saudi sedang berupaya memanfaatkan sumber daya energi dan mineralnya yang beragam.