"Ketika memilih 'cloud' dan AI, perusahaan tidak lagi hanya mempertimbangkan sumber daya, biaya, dan kinerja. Mereka juga semakin memperhatikan efisiensi biaya model AI serta kemudahan penggunaan rangkaian perangkat AI," kata Dowson.

AI asal perusahaan China, sebut Dowson, memiliki keunggulan dalam penerapan industri, pengalaman produk, dan efisiensi biaya.

"Tencent Cloud bersama para mitra sedang membawa kemampuan tersebut ke pasar global untuk mendukung ekspansi internasional perusahaan-perusahaan China sekaligus melayani pelanggan di seluruh dunia," tambah Dowson.

Setidaknya terdapat tiga strategi yang akan dilakukan Tencent untuk melakukan ekspansi keluar negeri.

"Pertama, kami akan memperkuat pembangunan pusat data di luar negeri. Secara global, kami telah mengoperasikan lebih dari dua juta server," sebut Dowson.

Selama setahun terakhir, Tencent menambahkan sejumlah pusat data di Frankfurt, Malaysia, Meksiko, Osaka, Thailand, dan wilayah lainnya dan dalam satu tahun mendatang, perusahaan itu juga akan semakin memperluas jaringan infrastruktur kami di Asia, Timur Tengah, Eropa, dan Amerika.

"Kedua, kami akan membangun infrastruktur dengan efisiensi biaya yang tinggi. Menghadapi lonjakan kebutuhan data, komputasi umum, dan penyimpanan akibat gelombang AI, kami terus merancang serta mengoptimalkan arsitektur perangkat lunak dan perangkat keras," tambah Dowson.

Ia mencontohkan, generasi baru komputasi awan server Tencent, SA10, mendukung konfigurasi komputasi berkapasitas tinggi yang dapat sangat efisien dari segi biaya bagi pelanggan dan sangat sesuai untuk menjalankan agen AI.

"Bagi pelanggan yang memiliki pusat data sendiri dan ingin meningkatkan teknologi virtualisasi menjadi arsitektur 'cloud-native', kami telah menurunkan skala minimum penerapan solusi 'cloud privat TCE' dari 14 server menjadi delapan server sehingga hal itu mengurangi biaya penerapan," ungkap Dowson​​​​​​​.