"Mereka ingin layanan model, agen, dan lingkungan penerapanya seluruhnya berada di bawah kendali mereka. Itulah sebabnya kami memiliki solusi berbasis perangkat lunak yang dapat diterapkan di infrastruktur milik pelanggan sendiri atau di 'cloud' publik kami," ungkap Dowson.
Tencent juga dapat menyiapkan VPC yaitu jaringan privat virtual, yang hanya dapat diakses oleh pelanggan dan sepenuhnya berada di bawah kendali mereka.
"Ada pula permintaan untuk mengenkripsi konteks.Jadi, kami telah menambahkan fitur untuk memastikan seluruh jalur inferensi model dapat dienkripsi, disertai verifikasi kriptografis sehingga tidak seorang pun dapat melihat apa yang sedang diproses oleh GPU dan sebagainya," jelas Dowson.
Di Indonesia, Tencent diketahui telah bekerja sama dengan XLSmart untuk menata dan membantu proses migrasi sistem yang melibatkan lebih dari 1.000 layanan mikro dan data terabyte yang dikoordinasikan oleh sejumlah besar agen AI hanya dalam waktu 4,5 bulan.
Selain itu, "Tencent Cloud" juga sudah bekerja sama dengan Gojek Indonesia untuk melakukan migrasi lebih dari 1.000 sistem "microservice" ke Tencent Cloud. GoTo menggunakan lebih dari 50 produk Tencent Cloud, termasuk Cloud Virtual Machine (CVM), Cloud Block Storage (CBS), Web Application Firewall (WAF), Tencent Kubernetes Engine (TKE) dan Elasticsearch Service (ES). Seluruh proses migrasi selesai hanya dalam 4 jam dan 54 menit atau satu jam lebih cepat dari jadwal.