Dari sisi penggerak, kapal menggunakan sistem COGAG dengan empat turbin gas FIAT/GE LM-2500 yang menggerakkan dua poros baling-baling. Total dayanya mencapai 60.400 kilowatt atau sekitar 80.998 horsepower.

Dengan sistem tersebut, KRI Sriwijaya dapat mencapai kecepatan maksimum 30 knot dan memiliki jangkauan hingga 7.000 mil laut. Kapal ini juga dilengkapi sejumlah sistem pertahanan diri, termasuk satu peluncur Albatros dengan delapan sel untuk rudal antipesawat Aspide, tiga sistem senjata DARDO, serta meriam Breda 40/70.

Kapal tersebut diluncurkan pada 20 Februari 1978 dan mulai bertugas pada 4 Juni 1983.

Berikut sejumlah data utama KRI Sriwijaya-100:

Dengan peresmian tersebut, KRI Sriwijaya-100 menjadi bagian dari jajaran TNI AL. Kehadiran kapal ini sekaligus menandai penggunaan nama baru yang mengambil inspirasi dari salah satu kerajaan maritim dalam sejarah Nusantara.