Pemerintah Kampung Ongan Jaya turut mendukung keberlanjutan pengelolaan taman baca, termasuk melalui penetapan bangunan sebagai aset kampung.
Kehadiran taman baca tersebut disambut Fransiskus Moa, siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Yapsi, yang kini memiliki tempat untuk membaca dan menghabiskan waktu bersama teman-temannya.
"Saya sangat senang ada TBM Seribu Mimpi. Tempatnya nyaman untuk membaca buku dan bermain bersama teman-teman," ujar Fransiskus.
Sementara itu, guru pendidikan anak usia dini (PAUD) Suwarti mengatakan revitalisasi taman baca memberikan pilihan kegiatan yang bermanfaat bagi anak-anak sekaligus menghidupkan kembali fasilitas yang sebelumnya tidak dimanfaatkan.
"Ruang yang sebelumnya terbengkalai kini menjadi lebih hidup dan memberikan wadah bagi anak-anak Yapsi, bukan hanya untuk bermain, tetapi juga untuk belajar," kata Suwarti.
Selain penyediaan koleksi bacaan, pengembangan fasilitas tersebut memperoleh dukungan komunitas literasi di Bandung melalui kampanye donasi "1.000 Buku untuk Taman Baca Lereh".
Menurut ITB, kampanye yang melibatkan Howl Library and Creative Space bersama Aliansi Perpustakaan Independen Bandung tersebut telah menghimpun sekitar 314 buku dari masyarakat hingga 23 Oktober 2026.