Keberlanjutan program didukung pembentukan dua kelompok tani, yaitu Kuk Mala Fai Tunas Muda dan Olom Fagu, serta satu Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinagi. Ketiganya disiapkan untuk mengelola rumah bibit dan mengembangkan agroforestri bersama masyarakat.

Program ini menyasar lebih dari 600 kepala keluarga, termasuk 60 anggota kelompok tani dan KWT. Pengiriman bibit dimulai pada 7 Oktober 2026, sementara pendampingan dan pengembangan program berlangsung hingga penarikan tim pada akhir November 2026.

"Besar harapan kami program ini terus berlanjut melalui penerapan sistem agroforestri intensif yang sesuai dengan pola bertani masyarakat Klawosom," ujar Ketua TEP IV UB, Syamsul Arifin, Selasa (27/10/2026) lalu.

Pengembangan rumah bibit ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperbanyak pusat pembibitan pohon.

"Bikin nursery-nursery, saya butuh benih-benih pohon yang bagus untuk semua kota dan kabupaten kita," ujar Prabowo saat peresmian akad massal rumah subsidi dan KUR Perumahan di Batang, Kamis (30/7/2026) lalu.