β€œProgram ini menyasar kampung terpencil, seperti Werianggi, Werabur, dan Windesi yang masih keterbatasan akses transportasi, tenaga kesehatan, dan sarana komunikasi,” ujarnya.

Selain itu, pihaknya berupaya mengintegrasikan pemanfaatan NIK, BPJS Kesehatan, dan Program Papua Barat Sehat untuk mendukung akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan di wilayah-wilayah terpencil.

Pelibatan peran masyarakat melalui pembentukan kader komunitas merupakan solusi efektif, agar akses terhadap pelayanan kesehatan dapat menjangkau warga yang bermukim jauh dari fasilitas kesehatan seperti puskesmas.

β€œDengan dukungan NIK, BPJS dan Program Papua Barat Sehat, masyarakat bisa dapatkan layanan apa saja dan di mana saja, meski berada di daerah dengan keterbatasan,” ujar Trevino.

Bupati Teluk Wondama Elysa Auri mengharapkan kader komunitas penggerak kesehatan yang dibentuk TEP UI, dapat diselaraskan dengan program pemerintah daerah, yaitu Ketuk Pintu Sayang Mama.