Penyelarasan kedua program dimaksud sangat penting guna memperluas jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat, terutama ibu dan anak yang bermukim di kampung-kampung yang kesulitan akses.

“Kami menyambut baik kehadiran TEP UI, dan pembentukan kader komunitas akan memperkuat visi kami dalam memberikan perlindungan kesehatan bagi ibu dan anak,” ujar bupati.

Menurut dia, kader komunitas dapat berjalan beriringan dengan Ketuk Pintu Sayang Mama sehingga pelayanan kesehatan tidak hanya bertumpu pada fasilitas kesehatan, tetapi turut melibatkan unsur masyarakat di masing-masing kampung.

Kolaborasi antara TEP UI dan pemerintah daerah berdampak positif terhadap pelaksanaan program layanan kesehatan yang mampu menyasar masyarakat di wilayah dengan kondisi geografis dan akses transportasi terbatas.