Selain itu, peserta mendapat pembekalan mengenai pencatatan usaha agar dapat memantau kebutuhan pakan, kondisi kesehatan ternak, perkembangan produksi, dan biaya pemeliharaan secara lebih teratur.
Peternak asal Desa Tinombala Jaya, Agus Suseno, mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai pengelolaan kandang, pemberian pakan, pemeliharaan kesehatan ayam, serta pencatatan kegiatan usaha.
Sementara itu, Kementerian Pertanian dalam proyeksi Oktober 2026 memperkirakan produksi telur ayam ras nasional sepanjang tahun mencapai 7,16 juta ton, melampaui kebutuhan sekitar 6,84 juta ton, dengan potensi surplus sebesar 4,71 persen dari kebutuhan.
Kementerian Transmigrasi pada 30 Juli 2026 melepas sebanyak 1.476 peserta TEP yang tergabung dalam 246 tim untuk menjalankan program pemberdayaan dan pengembangan potensi ekonomi di 53 kawasan transmigrasi.
Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara sebelumnya menegaskan TEP 2026 diarahkan menghasilkan kegiatan nyata sebagai tindak lanjut pemetaan potensi ekonomi yang telah dilakukan pada tahun sebelumnya.
"Yang membedakan tahun lalu dengan tahun ini adalah tidak hanya riset dan pemetaan potensi ekonomi, tetapi mereka juga melakukan aksi nyata," kata Iftitah.
Melalui penguatan keterampilan, pemanfaatan bahan pakan lokal, dan kelembagaan peternak, program tersebut diharapkan dapat mendukung peningkatan produksi telur sekaligus memperluas kegiatan ekonomi masyarakat di kawasan transmigrasi.