NADIKABAR.COM — Tim Ekspedisi Patriot (TEP) Universitas Airlangga (Unair) memeriksa sekitar 1.000 ekor sapi di Distrik Prafi, Manokwari, Papua Barat, melalui Posyandu Ternak Keliling guna menjaga kesehatan ternak dan mendukung ketahanan pangan daerah.
Kementerian Transmigrasi mencatat sebanyak 150 hingga 250 ekor sapi di antaranya memerlukan pemeriksaan lanjutan setelah mendapatkan layanan kesehatan melalui program tersebut.
"Posyandu Ternak Keliling ini sangat membantu kami sebagai peternak. Kami bisa memeriksakan kesehatan sapi dan mendapatkan obat cacing secara gratis, tanpa mengeluarkan biaya," ujar peternak di kawasan SP3, Siswanto, berdasarkan keterangan resmi diterima di Jakarta, Kamis.
Kementerian menjelaskan layanan tersebut diinisiasi untuk mengatasi keterbatasan pemeriksaan kesehatan ternak secara rutin di Prafi, yang berisiko menyebabkan keterlambatan deteksi penyakit pada sapi milik masyarakat.
Melalui layanan keliling, petugas mendatangi lokasi peternakan untuk melakukan pemeriksaan dan pengobatan, sekaligus memberikan pendampingan terkait kesehatan, reproduksi, serta pemberian pakan sapi.
Menurut kementerian, hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar sapi mengalami cacingan dan gangguan akibat parasit.