Tim juga mencatat rekam medis ternak untuk memantau perkembangan kesehatan sapi dan membantu peternak menentukan langkah pemeliharaan.

"Dengan basis data yang lebih teratur, peternak dan pendamping dapat mengetahui perkembangan kesehatan ternak serta menentukan langkah pengelolaan yang lebih tepat," kata Ketua TEP Unair Erma Safitri.

TEP Unair sebelumnya melaporkan layanan Posyandu Ternak Keliling telah dilaksanakan di kawasan SP3 dan SP4 melalui pendataan ternak, pemberian obat cacing dan vitamin, serta penyusunan basis data kesehatan sapi.

Program peternakan berbasis sumber daya lokal itu menyasar lebih dari 50 peternak dengan cakupan sekitar 1.000 sapi, termasuk pengembangan pakan alternatif dari pelepah sawit.

Tim Unair juga melatih kader ternak lokal agar pendampingan dapat berlanjut setelah masa program berakhir, sehingga peternak memiliki kemampuan mengelola kesehatan dan pemeliharaan sapi secara mandiri.