Kementerian Transmigrasi menyebut warga kawasan transmigrasi Tempirai Selatan masih menghadapi keterbatasan akses air bersih dan pengelolaan sampah sehingga masyarakat, terutama anak-anak, rentan terhadap diare, cacingan, dan penyakit kulit.
Sementara itu, guru SDN 2 Penukal Utara Yeni mengatakan metode pembelajaran tersebut membantu siswa memahami persoalan lingkungan sekaligus membangun kepedulian sejak dini.
"Saya sangat mendukung adanya program ini karena tidak hanya menambah pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter siswa untuk peduli pada lingkungan sekitar," ucap Yeni.
Seorang siswa SDN 3 Penukal Utara sekaligus warga kawasan transmigrasi, Kharir, mengatakan metode belajar sambil bermain membuat kegiatan tersebut lebih menarik untuk diikuti.
"Kelas belajarnya seru karena aku bisa belajar sambil bermain. Terima kasih kakak-kakak TEP Undip, tetap semangat untuk mengajar," ungkap Kharir.
Program tersebut juga sejalan dengan perhatian pemerintah terhadap pendidikan lingkungan sejak usia sekolah.