Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto pada 26 Agustus 2026 menekankan perlunya kemajuan pendidikan, termasuk terkait lingkungan kepada anak muda dan pelajar.
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam sejumlah kesempatan juga telah menekankan temuan TEP di lapangan perlu ditindaklanjuti menjadi solusi yang relevan, dapat dilaksanakan, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara juga menegaskan pengembangan kawasan transmigrasi harus dilaksanakan secara berkelanjutan dengan tetap memperhatikan lingkungan serta budaya masyarakat setempat.
"Pembangunan kawasan harus berkelanjutan. Tidak ada yang instan. Pembangunan juga tidak boleh mengabaikan lingkungan dan budaya masyarakat setempat," kata Iftitah pada 11 Agustus 2026.
Kementerian Transmigrasi pada September 2026 mengevaluasi 246 program TEP yang melibatkan 1.476 peserta dalam 246 tim dan bertugas di 53 kawasan transmigrasi.
Program TEP juga telah menghasilkan sekitar 400 keluaran yang diarahkan untuk ditindaklanjuti menjadi aksi nyata di kawasan transmigrasi. Data resmi Kementerian Transmigrasi mencatat 1.476 peserta TEP 2026 terdiri atas 39 guru besar, 158 doktor, 263 magister, dan 1.016 sarjana dari 10 perguruan tinggi.