NADIKABAR.COM — Pembuatan 300 kilogram terasi atau belacan habang oleh 300 peserta menggunakan 100 lesung di Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, meraih rekor dunia.
Wakil Bupati Bangka Selatan Debby Vita Dewi di Toboali, Sabtu, mengatakan pencatatan rekor tersebut menjadi momentum untuk mengangkat terasi sebagai produk unggulan daerah agar mampu menembus pasar global.
"Ke depan kita tidak hanya membuat terasi untuk rekor MURI, tetapi harus ada potensi lain yang bisa dikembangkan menjadi ikon produk Bangka Selatan," ujarnya.
Menurut Debby, terasi dipilih karena telah ditetapkan sebagai warisan budaya takbenda serta dikenal luas masyarakat Bangka Belitung dengan sebutan belacan habang.
Ia mengatakan seluruh pelaku usaha terasi di Bangka Selatan dilibatkan dalam kegiatan tersebut agar pencatatan rekor turut memberikan manfaat ekonomi bagi para pengrajin.