Debby mengatakan 300 kilogram terasi yang dihasilkan dalam kegiatan tersebut langsung dibeli oleh Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) untuk dipasarkan pada tingkat nasional hingga internasional.
"Produk yang kita buat ini langsung dibeli tunai oleh HIPMI. Tinggal bagaimana kita memperkuat pengemasan dan pemasaran selanjutnya," katanya.
Kepala OJK Provinsi Kepulauan Bangka Belitung Eko Wijaya mengatakan kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari edukasi inklusi keuangan bagi pelaku UMKM, khususnya pengrajin terasi.
OJK bersama Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan mendorong pelaku usaha mengenal akses pembiayaan dan peralatan produksi untuk mendukung pengembangan usaha.