Thomas menjelaskan payload fairing tersebut terbuat dari sejenis plastik yang diperkuat, sehingga bisa terapung di laut. Thomas menyampaikan hal ini setelah Lapan mendapatkan informasi lengkap dari tim evakuasi dan pihak Badan Antariksa China atau China National Space Administration (CNSA).

Serpihan roket China juga pernah jatuh di Sanggau, Kalimantan Barat (Kalbar). Sebelum jatuh, puing antariksa ini viral di langit Lampung. Puing antariksa itu merupakan bagian dari roket Long March 5B milik China.

"Kami cukup yakin bahwa benda yang ditemukan adalah bagian dari roket Long March 5B," ujar peneliti bidang astronomi/astrofisika dari Pusat Riset Antariksa BRIN Rhorom Priyatikanto kepada NadiKabar, Senin (1/8/2022).

Puing atau serpihan roket juga kembali terlihat di kawasan Indonesia pada April 2026. Puing itu tampak bercahaya di langit Banten dan Lampung.

Peneliti Astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Thomas Djamaluddin memastikan benda bercahaya itu adalah sampah antariksa. "Masyarakat sekitar Lampung dan Banten dihebohkan dengan objek terang yang meluncur di langit dan tampak terpecah menjadi beberapa bagian. Itu adalah pecahan sampah antariksa," kata Thomas, Senin (6/4/2026).