Mereka yang berjualan di floating market dadakan ini kebanyakan merupakan para pedagang setempat yang terdampak banjir dan tidak bisa menjual barang dagangan mereka di lokasi biasanya. Para pedagang ini memilih untuk menjajakan dagangan mereka di tengah genangan banjir.

"Toko saya terletak di belakang pasar (di Bangkapi). Sulit bagi pelanggan untuk masuk ke dalam karena ketinggian air yang naik-turun," ucap salah satu pedagang, Marisa Singprakhon, saat berbicara kepada Reuters.

"Di area tempat saya berjualan, air sudah mencapai ketinggian sekitar lutut. Dampaknya, pelanggan enggan masuk karena tidak mau berlama-lama berdiri di dalam air. Jadi, kami terpaksa berdiri di bagian air di luar untuk melayani pelanggan," ujarnya.

Bagi para pembeli, kemunculan floating market dadakan ini membantu mereka yang tidak sempat untuk mempersiapkan pasokan logistik saat banjir menerjang.