"Kami tidak punya makanan lagi, karena kami tidak bersiap tepat waktu, kami tidak sempat mengemas barang-barang, jadi tidak ada stok makanan di kulkas. Jadi saya terpaksa keluar untuk membeli makanan karena tidak ada lagi yang bisa dimakan," tutur salah satu pembeli, Bangorn Dednuam.

Bangkok termasuk di antara 41 provinsi di seluruh Thailand yang dilanda banjir sejak 16 September lalu. Secara keseluruhan, menurut data Kementerian Dalam Negeri, banjir di berbagai wilayah Thailand ini telah merenggut sedikitnya delapan nyawa dan berdampak pada 580.000 rumah.

Pemerintah Kota Bangkok telah menetapkan ibu kota Thailand itu sebagai area terdampak bencana pada Sabtu (26/9), setelah curah hujan mencapai hampir 330 mm dalam kurun waktu 48 jam sejak Kamis (24/9) pekan lalu. Hujan yang mengguyur tanpa henti itu memicu banjir di ruas jalanan utama Bangkok dan membuat mobil-mobil terendam.