NADIKABAR.COM — Bagi sebagian pedagang, menjaga jarak dari orientasi suku, agama dan politik saat berjualan menjadi salah satu cara untuk menjangkau lebih banyak pembeli. Dengan begitu, para pembeli tidak merasa "terhalangi" karena sekat perbedaan tersebut.
Namun, hal itu berbeda dengan Maskina, warga Dusun Tanah Lese, Desa Juruan Laok, Kecamatan Batuputih, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Sehari-hari, Maskina bersama istrinya menjalankan usaha dagang berskala kecil. Di luar aktivitas tersebut, ia juga menjadi simpatisan PDI Perjuangan di Sumenep dan kerap mengikuti kegiatan partai di kampungnya.
Tak jarang, setelah mengikuti kegiatan partai, Maskina kembali berjualan dengan tetap mengenakan seragam PDI Perjuangan. Hal ini tentunya berpotensi memengaruhi respons calon pembeli yang memiliki pandangan politik berbeda. Meski demikian, Maskina tetap menjalankan aktivitas berdagang dengan mengenakan seragam partainya.
"Rezeki sudah Allah atur, kita cuma berikhtiar saja," ungkap Maskina dalam keterangannya, Senin (19/10/2026).