Setelah komunikasi tersebut, SDJ tak lagi dapat dihubungi. Kondisi itu membuat istrinya menghubungi pemilik bungalow untuk meminta bantuan mengecek keadaan keluarganya.

Namun, pemilik bungalow sedang tidak berada di lokasi. Dia kemudian meminta Nur Khamid (51) untuk mengecek bungalow tersebut.

Nur lalu mengecek dari luar. Saat itu, dia tidak menemukan tanda-tanda aktivitas di dalam bungalow. Temuan tersebut kemudian disampaikan kepada pemilik bungalow.

Pemilik bungalow selanjutnya datang ke lokasi. Saat melakukan pengecekan, dia didampingi kepala lingkungan dan warga setempat.

Pada pukul 10.14 Wita, SDJ ditemukan tewas tergantung di terali besi jendela. Sementara kedua anaknya ditemukan tewas tergeletak di lantai.

Dari hasil pemeriksaan luar jasad, kedua anak korban sementara diduga dibekap dan dicekik oleh SDJ. Setelah itu, SDJ diduga mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

"Diduga korban kedua anaknya berjenis kelamin laki-laki dan perempuan meninggal dengan cara dibekap dan dicekik, setelah itu bapaknya mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri," tutur Ariasandy.

Meski demikian, kepolisian masih melakukan proses autopsi untuk memastikan penyebab kematian ketiganya. "Untuk mengetahui penyebab pasti kematian korban perlu kiranya dilakukan otopsi jenazah," pungkasnya.