NADIKABAR.COM — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan pada Jumat (6/11) bahwa dua kapal tanker minyak terbakar setelah menghantam ranjau laut di Selat Hormuz. Insiden ini dilaporkan sehari setelah Teheran mengklaim lima kapal tanker lainnya mengalami nasib serupa.

IRGC dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP, Jumat (6/11/2026), menuduh kedua kapal tanker yang terbakar itu melintasi rute ilegal di Selat Hormuz.

"Dua kapal tanker minyak yang melakukan pelanggaran -- satu berada di sebelah timur Selat Hormuz dan satu lagi di dalam Selat tersebut -- yang berupaya melakukan transit via rute yang tidak sah, telah menghantam ranjau," sebut IRGC dalam pernyataan yang disiarkan oleh televisi pemerintah Iran.

"Kedua kapal tanker tersebut telah menonaktifkan seluruh sistem navigasi dan identifikasi mereka, dan berupaya keluar dari Selat Hormuz... dengan dukungan dari militer Amerika yang agresor dan teroris. Tetapi, setelah menabrak ranjau, kapal-kapal itu terbakar dan akhirnya berhenti," imbuh pernyataan tersebut.