NADIKABAR.COM — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) melaporkan sebuah kapal tanker minyak terbakar setelah menghantam ranjau laut di perairan Selat Hormuz. Ini menjadi insiden terbaru di jalur perairan strategis bagi pasokan minyak dan gas global, yang menjadi titik perselisihan sengit antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Iran secara efektif memblokade Selat Hormuz setelah perang pecah melawan AS dan Israel pada akhir Februari lalu. Langkah itu memutus jalur pelayaran vital yang biasanya dilakukan oleh seperlima pasokan minyak dunia.
Teheran menuntut agar semua kapal meminta izin terhadap pihaknya sebelum melintasi jalur perairan vital itu.
IRGC dalam pernyataannya, seperti dilansir AFP dan Anadolu Agency, Senin (19/10/2026), mengatakan bahwa sebuah kapal tanker menghantam ranjau laut saa melintasi jalur pelayaran ilegal di Selat Hormuz. Tidak disebutkan nama kapal tanker yang dimaksud dan kapan insiden ini tepatnya terjadi.