"Water bombing sudah dilakukan sejak pagi hingga siang. Update terkini water bombing dihentikan sementara karena kondisi angin cukup kencang," jelasnya.

Sembari menghentikan operasi udara, pihak BPBD telah menyusun agenda pemantauan lanjutan untuk memastikan kondisi medan dan persebaran titik api untuk esok hari. "Rencana besok akan dilaksanakan observasi lanjutan," lanjut Sadono.

Guna menjaga situasi di lapangan, penanganan sementara dialihkan kembali ke jalur darat dengan pengerahan ratusan petugas. Puluhan personel gabungan dari Perhutani, LMDH, TNI, Polri, BPBD Kabupaten Malang-Kota Batu, serta relawan disiagakan untuk pemadaman, penyisiran manual serta pemantauan pergerakan api.

Meski demikian, Sadono menegaskan bahwa keselamatan jajaran tim darat tetap menjadi prioritas utama. Jika embusan angin di atas gunung terus meningkat dan membahayakan keselamatan, personel di lapangan akan segera ditarik mundur.