"Saat ini puluhan personel gabungan melaksanakan pemadaman darat serta pemantauan. Dengan kondisi kecepatan angin cukup kencang, maka tidak menutup kemungkinan tim akan ditarik demi keselamatan," tegasnya.
Embusan angin kencang tersebut diakui menjadi tantangan terbesar petugas di lapangan. Selain membatasi ruang gerak helikopter dan tim darat, kondisi ini memicu potensi munculnya titik api baru di area vegetasi kering.
"Kendala yang dihadapi sejauh ini adalah kondisi angin cukup kencang mengakibatkan potensi api kembali menyala dan dikhawatirkan merambat ke arah barat daya atau ke arah puncak," ungkap Sadono.
Sebagai langkah antisipasi keamanan bagi masyarakat dan wisatawan, seluruh akses jalur pendakian menuju Gunung Buthak, Gunung Panderman, serta Gunung Bokong hingga saat ini masih ditutup total dari kegiatan pendakian.