NADIKABAR.COM — Sebuah pangkalan LPG 3 kilogram (kg) diduga melakukan permainan harga di Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel). Penyelewengan ini terkuak setelah emak-emak melabrak pangkalan tersebut karena ditolak saat hendak membeli tabung gas bersubsidi.
Peristiwa yang viral di media sosial ini terjadi di Desa Bungi, Kecamatan Duampanua, Pinrang. Perkara bermula saat seorang emak-emak mendatangi pangkalan LPG 3 kg milik pria bernama Ismail pada Jumat (21/8/2026).
"Ini yang punya pangkalan di Bungi Pak Ismail namanya tetapi dia ladeni luar Bungi," keluh wanita dalam video beredar.
Emak-emak itu sempat memperlihatkan tumpukan gas di pangkalan termasuk di atas mobil pikap. Wanita tersebut kecewa karena pemilik pangkalan ogah menjual elpiji kepada tetangga.
"Ini masih banyak gas di rumahnya. Tetapi dia tidak jual ke tetangga," tambah emak-emak tersebut.