NADIKABAR.COM — teki motif dan sosok pria di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi berinisial AR (40) nekat membakar Al-Quran lalu mengunggahnya ke status WhatsApp mulai terungkap. Meski demikian, pelaku belum berhasil diamankan karena kabur setelah melakukan aksinya.

Kanit Reskrim Polsek Muncar Ipda Sujarwadi Putra mengungkapkan, pihaknya masih mendalami rangkaian kejadian pembakaran Al-Qur'an tersebut. Pihaknya juga masih menggali keterangan dari warga dan keluarganya.

"Termasuk motifnya masih kami dalami," kata Sujarwadi, Sabtu (5/9/2026).

Selain itu, Polisi juga berkoordinasi telah dengan satuan fungsi Polresta Banyuwangi. Tujuannya untuk mengungkap peristiwa tersebut dan mencari pelaku yang masih kabur.

"Kami juga masih melakukan lidik terhadap yang bersangkutan dan berkoordinasi dengan satuan terkait," ujar Sujarwadi.

Sujarwadi Sujarwadi, saat membakar Al-Quran, pelaku juga sempat merekam aksinya dan diunggah ke status WhatsApp. Dalam rekaman berdurasi 1 menit itu, pelaku tampak membakar sambil mengucapkan kalimat yang diduga jadi motif aksinya.

"Khatam Quran..., khatam Quran...," demikian suara pelaku dalam video yang diucapkan berkali-kali.

Terpisah, SF, ibu kandung pelaku mengungkapkan bahwa putranya tersebut telah mengalami gangguan kejiwaan sejak tahun 2019. Kondisinya kejiwaan tersebut dialami setelah bercerai dari istrinya.

Akibat peristiwa itu, pelaku mengalami depresi dan perilakunya berubah drastis. Pelaku kerap tidak pulang ke rumah dan memilih tidur sembarangan di jalanan sehingga membuat ibunya cemas dan sering tidak bisa tidur setiap malam.

"Sejak saat itu (2019) tidak pernah di rumah. Kalau malam saya tidak bisa tidur memikirkan dia," ujar SF.

Meski jarang berada di rumah pada siang hari, Pelaku biasanya baru terlihat saat sore hari ketika ada warga yang memanggil jasanya untuk memperbaiki mesin. Pelaku diketahui memiliki dua orang anak laki-laki dari pernikahannya.

Aksi penyimpangan AR ternyata tidak hanya membakar Al-Quran. SF membeberkan bahwa putranya tersebut kerap merusak barang-barang berharga lainnya. Anaknya juga sering menggunting uang kertas pecahan Rp 50.000 hingga Rp 100.000.

Tak berhenti di situ, AR juga pernah merusak dokumen penting berupa satu buah BPKB kendaraan roda dua. BPKB tersebut digunting oleh AR, lalu potongan-potongannya ditempel di dinding rumah dan disusun berjajar tepat di bawah patung Garuda.

"Gunting uang dan BPKB pernah, ditempel di dinding bawah patung garuda. Terus Garudanya dikasih sorban putih itu," kata SF menambahkan.

Sebelumnya, seorang pria di Desa Sumbersewu, Kecamatan Muncar, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur nekat membakar Al-Quran. Aksinya ini juga sempat direkam dan dijadikan status di aplikasi perpesanan instans WhatsApp.

Kanit Reskrim Polsek Muncar Ipda Sujarwadi Putra saat dikonfirmasi membenarkan aksi penistaan agama tersebut. Kejadian tersebut terjadi pada Selasa (1/9/2026) sekitar pukul 18.15 WIB.

Sedangkan pelaku diketahui berinisial AR (40). Sujarwadi menyebut pihaknya telah mendatangi rumah pelaku, namun pihaknya sudah pelaku diduga sudah kabur dahulu.

"Kami masih mencari keberadaan pelaku. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Satpol PP untuk mencari keberadaan yang bersangkutan," kata Sujarwadi, Kamis (3/9/2026).