NADIKABAR.COM — Jenama otomotif asal Amerika Serikat (AS), Tesla membatalkan rencana penjualan pikap listrik Cybertruck di Australia dan Selandia Baru setelah hampir tujuh tahun membuka keran pemesanan.

Arena EV, Sabtu (24/10) waktu setempat melaporkan bahwa perusahaan otomotif itu telah mengirimkan pemberitahuan kepada pemegang reservasi bahwa perusahaan tidak melanjutkan rencana produksi Cybertruck untuk kedua negara tersebut.

Konsumen yang telah membayar uang muka sebesar 150 dolar Australia, akan menerima pengembalian dana penuh dalam waktu 30 hari setelah mengonfirmasi detail pengembalian.

Keputusan tersebut, memperlihatkan tantangan produsen kendaraan listrik dalam menyesuaikan produk berukuran besar dengan kebutuhan dan ketentuan keselamatan di pasar internasional.

Salah satu kendala utama Cybertruck adalah dimensi bodinya. Pikap listrik itu memiliki panjang sekitar 5,68 meter, lebar 2,20 meter dengan kaca spion terlipat, serta jarak sumbu roda sekitar 3,63 meter. Bobotnya mencapai sekitar 2.995 kilogram untuk varian dua motor dan 3.104 kilogram untuk versi tiga motor.

Ukuran tersebut berpotensi menyulitkan penggunaan di jalan dan area parkir yang tidak dirancang untuk kendaraan sebesar itu.

Selain dimensi, regulasi keselamatan juga menjadi tantangan. Standar perlindungan pejalan kaki di Australia dan Eropa menuntut desain bagian depan kendaraan yang mampu mengurangi risiko cedera ketika terjadi tabrakan.

Panel baja tahan karat yang kaku dan sudut depan Cybertruck dinilai berpotensi menyulitkan pemenuhan ketentuan tersebut. Penyesuaian desain untuk memperoleh persetujuan pemasaran, diperkirakan membutuhkan biaya besar.

Cybertruck juga dirancang untuk pasar Amerika Utara, yang menggunakan konfigurasi kemudi kiri. Pengembangan versi kemudi kanan memerlukan penyesuaian teknis dan proses homologasi.

Dari sisi pasar, penjualan yang melemah turut menjadi pertimbangan. Pengiriman Cybertruck di Amerika Serikat tercatat sekitar 39.000 unit pada 2024, kemudian turun menjadi 20.250 unit pada 2025.

Di Australia dan Selandia Baru, segmen pikap kabin ganda masih didominasi model seperti Toyota Hilux, Ford Ranger, dan Isuzu D-Max yang dikenal sesuai untuk kebutuhan kerja.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa inovasi kendaraan listrik tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesesuaian desain, regulasi, dan kebutuhan konsumen di setiap pasar.