"Jadi kaitannya dengan obesitas ujungnya. Karena sudah diakui dari penelitian-penelitian yang sudah dipublikasi bahwa obesitas menjadi salah satu faktor risiko untuk memicu terjadinya kanker," kata dr Santi saat temu media di Jakarta Selatan, Selasa (1/9/2026).
Menurutnya, pola hidup yang minim aktivitas fisik dapat berkontribusi terhadap peningkatan indeks massa tubuh atau BMI. Pada saat yang sama, kondisi tersebut juga dapat berkaitan dengan berkurangnya massa otot.
"Jadi gaya hidup yang seperti ini sudah tentu akan membuat orang itu akan bertambah BMI-nya (Body Mass Index), sehingga massa ototnya menjadi kurang," lanjutnya.
Hubungan tim redaksi perilaku sedentari dan risiko kanker juga mendapat perhatian dalam penelitian yang dipublikasikan pada 2026.