Pemasangannya pun, tidak diketahui oleh kedua oknum ASN tersebut.Kamera tersebut hanya berjumlah satu unit. Pemasangannya memanfaatkan bagian atap ruang guru yang kondisinya rusak.

"Di ruang guru itu ada atap yang jebol. Itu dimanfaatkan untuk menyisipkan CCTV di atasnya. Jadi yang di ruangan itu juga tidak mengetahui bahwa di atas itu ada CCTV," jelasnya.

"CCTV tersebut, dibeli secara patungan dengan biaya sekitar Rp 200 ribu," ucapnya.

Dari pemantauan CCTV, selama sepekan kurang ditemukan dua rekaman yang dianggap menguatkan kecurigaan sebelumnya.

Saim mengatakan, rekaman yang beredar di masyarakat merupakan salah satu kejadian yang terekam kamera tersebut. Sementara rekaman yang dinilai lebih vulgar disebut masih disimpan dalam flashdisk dan diamankan oleh pihak sekolah.