Saim juga menyebut persoalan itu mulai berdampak terhadap kegiatan belajar-mengajar di sekolah. Guru perempuan yang disebut dalam rekaman tersebut diketahui merupakan guru kelas.

Komite sekolah dan wali murid berharap segera ada tenaga pengajar pengganti agar kegiatan pembelajaran tidak terganggu.

Keresahan warga tidak sampai di situ saja. Direncanakan, Aliansi Masyarakat Desa Langkap pada Jumat (11/9 ) akan mendatangi Pemkab Pekalongan, melakukan aksi. Warga masyarakat mendesak agar persoalan tersebut segera ditangani dan mendapat kejelasan san yang tegas pada dua oknum ASN tersebut.

"Tujuannya mendesak dinas terkait memberikan sanksi tegas terhadap pelaku, terhadap oknum kepala sekolah yang melakukan tindakan asusila di lingkungan sekolah," ujar Saim.

Diberitakan sebelumnya, video aksi mesum Kepala SD dan guru kelas di Pekalongan viral di media sosial. Ironisnya perilaku asusila itu kerap diketahui dilakukan justru di lingkungan sekolah dasar (SD).