Lula juga menekankan kedaulatan nasional dengan mengatakan bahwa Brasil telah mengalahkan campur tangan dari luar negeri dalam pemilu tersebut.
"Negara ini tidak akan menerima menjadi halaman belakang siapa pun," tambahnya.
Mengenai posisi Brasil di dunia, Lula mengatakan negaranya harus memainkan peran sentral dalam urusan internasional sekaligus menjadi contoh dalam kebijakan iklim.
"Kami ingin menjadi negara sentral, bukan negara pinggiran. Kami akan menunjukkan kepada dunia bagaimana kebijakan iklim dijalankan di negara ini," katanya.
Kemenangan Lula menjadi kebangkitan bersejarah setelah dia berada di posisi kedua pada putaran pertama 4 Oktober. Saat itu, Bolsonaro meraih 47,03 persen suara sah, sedangkan Lula memperoleh 45,16 persen.
Menurut Kamar Deputi Brasil, Lula menjadi kandidat pertama dalam sejarah demokrasi Brasil yang finis di posisi kedua pada putaran pertama tetapi kemudian memenangkan pemilihan presiden pada putaran kedua.