Kemenangan tersebut memberi Lula masa jabatan presiden keempat yang tidak berurutan, setelah menang pada 2002, 2006, dan 2022.
Menurut portal berita G1, Lula menjadi presiden Brasil pertama yang terpilih untuk empat masa jabatan melalui pemungutan suara langsung. Masa jabatan barunya dijadwalkan dimulai pada 5 Januari 2027.
Tingkat abstain dalam putaran kedua mencapai 19,22 persen, turun dari 21,08 persen pada putaran pertama, menurut data yang dilaporkan Mahkamah Pemilihan Umum Brasil.
Surat suara kosong mencapai sekitar 1,12 persen dari seluruh suara, sedangkan suara tidak sah sebesar 2,12 persen. Keduanya secara keseluruhan mencapai 3,24 persen.
Pemerintahan Lula berikutnya diperkirakan menghadapi oposisi di parlemen serta tekanan untuk menjaga keseimbangan keuangan publik sambil memperluas program sosial.
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan