NADIKABAR.COM — Presiden Brasil Luiz Inacio Lula da Silva berjanji untuk memimpin seluruh rakyat, memperkuat posisi negaranya di dunia, serta menjalankan agenda iklim ambisius setelah terpilih kembali pada Minggu malam.

"Tidak ada yang diwajibkan menyukai presiden terpilih, tetapi dia harus memimpin untuk semua orang," kata Lula saat berbicara di hadapan para pendukungnya.

Lula menyampaikan terima kasih kepada rakyat Brasil dan berjanji menghormati seluruh warga, terlepas dari afiliasi politik mereka.

Dia juga mengkritik kubu lawannya, Flavio Bolsonaro, dengan menyatakan, "Ini adalah kekalahan bagi penyangkalan dan kebohongan."

Lula berjanji menjalankan agenda ambisius selama masa jabatan berikutnya dan bertekad memberikan kinerja terbaik selama pemerintahannya.

"Saya ingin membuat komitmen: Saya akan memberikan masa jabatan terbaik yang pernah dijalankan seorang presiden. Saya akan mendedikasikan diri 24 jam sehari untuk menjadikan Brasil negara yang diimpikan semua orang," katanya.

Lula juga menekankan kedaulatan nasional dengan mengatakan bahwa Brasil telah mengalahkan campur tangan dari luar negeri dalam pemilu tersebut.

"Negara ini tidak akan menerima menjadi halaman belakang siapa pun," tambahnya.

Mengenai posisi Brasil di dunia, Lula mengatakan negaranya harus memainkan peran sentral dalam urusan internasional sekaligus menjadi contoh dalam kebijakan iklim.

"Kami ingin menjadi negara sentral, bukan negara pinggiran. Kami akan menunjukkan kepada dunia bagaimana kebijakan iklim dijalankan di negara ini," katanya.

Kemenangan Lula menjadi kebangkitan bersejarah setelah dia berada di posisi kedua pada putaran pertama 4 Oktober. Saat itu, Bolsonaro meraih 47,03 persen suara sah, sedangkan Lula memperoleh 45,16 persen.

Menurut Kamar Deputi Brasil, Lula menjadi kandidat pertama dalam sejarah demokrasi Brasil yang finis di posisi kedua pada putaran pertama tetapi kemudian memenangkan pemilihan presiden pada putaran kedua.

Kemenangan tersebut memberi Lula masa jabatan presiden keempat yang tidak berurutan, setelah menang pada 2002, 2006, dan 2022.

Menurut portal berita G1, Lula menjadi presiden Brasil pertama yang terpilih untuk empat masa jabatan melalui pemungutan suara langsung. Masa jabatan barunya dijadwalkan dimulai pada 5 Januari 2027.

Tingkat abstain dalam putaran kedua mencapai 19,22 persen, turun dari 21,08 persen pada putaran pertama, menurut data yang dilaporkan Mahkamah Pemilihan Umum Brasil.

Surat suara kosong mencapai sekitar 1,12 persen dari seluruh suara, sedangkan suara tidak sah sebesar 2,12 persen. Keduanya secara keseluruhan mencapai 3,24 persen.

Pemerintahan Lula berikutnya diperkirakan menghadapi oposisi di parlemen serta tekanan untuk menjaga keseimbangan keuangan publik sambil memperluas program sosial.

Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan