"Musim wisata bagi pengunjung asing sudah dimulai.Namun, saat ini hingga 30 persen pemesanan hotel telah dibatalkan," ujarnya.

Ia menyebutkan bahwa penutupan Jalan Raya Prithvi, kenaikan harga tiket pesawat, keterbatasan penerbangan tim redaksi Pokhara dan Kathmandu, serta penerapan tarif dalam mata uang dolar bagi wisatawan asing secara langsung memengaruhi pariwisata di Pokhara.

Terminal bus wisata di Mustang Chowk, Pokhara, yang biasanya ramai dengan arus penumpang dari pagi hingga malam kini tampak sepi. Dulu, dua puluh empat bus berangkat dari terminal bus menuju Kathmandu pada pagi hari dan delapan bus pada malam hari. Saat ini, hanya bus wisata dengan tujuan Chitwan dan Lumbini yang beroperasi.

Lumbini, kota yang menjadi tempat kelahiran Buddha, juga mulai mengalami penurunan jumlah wisatawan.

Lilamani Sharma, ketua Asosiasi Hotel Lumbini, mengatakan bahwa wisatawan mancanegara yang bepergian ke Lumbini melalui Kathmandu telah membatalkan pemesanan hotel mereka. Pemesanan untuk musim ramai kunjungan pada bulan Oktober-November juga turut dibatalkan.

"Banjir Bhotekoshi telah menimbulkan kesan negatif bahwa seluruh negeri sedang diliputi ketakutan dan kesulitan. Oleh karena itu, kita harus meyakinkan masyarakat internasional bahwa Lumbini aman dan dapat diakses," ujar kata Himal Upreti, penjabat sekretaris anggota Lumbini Development Trust (LDT), sebuah lembaga pemerintah yang mengelola situs bersejarah Nepal.