"Pelayan hanya berusaha menjaga meja tetap rapi, mempertahankan alur pelayanan, dan mempersiapkan hidangan berikutnya," kata Sheik.

Namun, menentukan waktu yang tepat untuk mengangkat piring memang membutuhkan kepekaan. Pelayan biasanya memperhatikan bahasa tubuh pelanggan sebelum mengambil piring yang sudah kosong atau hampir kosong.

Menurut Sheik, beberapa tanda yang bisa diperhatikan tim redaksi lain pelanggan mendorong piring menjauh, meletakkan alat makan berdampingan, bersandar menjauhi meja, atau melihat ke arah pelayan ketika makanan di piring sudah sedikit atau habis.

Kemampuan membaca situasi tersebut menjadi bagian penting dalam pelayanan restoran. Jika pelayan salah membaca tanda, pelanggan justru bisa merasa tidak nyaman karena seolah-olah didesak untuk segera menyelesaikan makan.

Sheik mengatakan pelayan yang berulang kali mendekati meja atau berusaha mengambil piring ketika seseorang masih makan dapat membuat tamu merasa terburu-buru. Kondisi tersebut bahkan bisa menjadi tanda pelayanan yang kurang baik.

Sebaliknya, pelanggan juga bisa memberikan tanda kepada pelayan mengenai apakah mereka masih makan atau sudah selesai. Dalam etika makan tertentu, posisi pisau dan garpu dapat menjadi salah satu petunjuk.

Misalnya pisau dan garpu yang disilangkan di atas piring dapat menandakan bahwa pelanggan masih makan atau sedang beristirahat sejenak.

Sementara itu, alat makan yang diletakkan berdampingan dengan posisi kira-kira seperti arah pukul empat dapat menunjukkan bahwa santapan sudah selesai.