NADIKABAR.COM — Kementerian Pertanian (Kementan) buka suara merespons keluhan peternak terkait harga ayam di kandang anjlok. Diketahui harga ayam di kandang saat ini berkisar Rp 21.000-22.000/kilogram (kg), berada di bawah harga pokok produksi (HPP) ayam broiler yang saat ini di kisaran Rp 23.000-Rp 23.500/kg.
Kondisi tersebut terjadi karena kenaikan harga pakan, di mana jagung saat ini sudah di atas Rp 7.800/kg hingga Rp 8.000/kg. Kementan mencatat kenaikan harga pada pakan broiler di atas Rp 9.400/kg dan tekanan lainnya seperti kenaikan bekatul, pengaruh kurs rupiah, dan biaya logistik terhadap bungkil kedelai (SBM) serta gandum pakan impor.
Pemerintah telah melakukan sejumlah langkah untuk menjaga stabilitas harga ayam di kandang dan biaya produksi. Upaya tersebut di antaranya dengan memperkuat pemantauan pasokan, distribusi, hingga memastikan harga wajar pakan.
"Tekanan biaya bahan baku mencakup harga jagung yang dilaporkan melampaui Rp 7.500/kg, kenaikan bekatul, serta pengaruh kurs dan biaya logistik terhadap bungkil kedelai (SBM) dan gandum pakan impor. Impor bahan baku dilakukan oleh BUMN maupun swasta. Pemerintah memperkuat pemantauan pasokan, distribusi, dan harga untuk memastikan peternak memperoleh pakan dengan harga yang wajar," ungkap Tim Direktorat Perbibitan dan Produksi kepada NadiKabar, Kamis (8/10/2026).
Kemudian untuk menangani harga live bird (LB) yang berada di bawah HPP, pemerintah memfasilitasi penyerapan oleh pelaku usaha dan pengendalian produksi day old chick (DOC) FS broiler sesuai kebutuhan pasar.
"Optimalisasi pemotongan di RPHU (Rumah Potong Hewan Unggas) dan penyimpanan dingin juga didorong untuk memperkuat serapan dan memperbaiki harga di tingkat peternak," jelasnya.