NADIKABAR.COM — Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang 2026 (year to date) melemah hingga 29,24%. Menurut Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi, pasar modal dalam negeri mengalami pelemahan akibat berbagai sentimen, baik dari global maupun domestik.
"Tentu kita lihat pelemahan IHSG sepanjang tahun 2026 ini memang terjadi karena tadi dipengaruhi berbagai faktor yang merupakan kombinasi faktor global maupun faktor domestik," ujar Hasan dalam konferensi pers asesmen sektor jasa keuangan secara daring, Senin (5/10/2026).
Dari faktor global, Hasan menyebut pasar modal dibayangi ketidakpastian dari berbagai sektor, mulai dari ketidakpastian geopolitik, kesulitan distribusi komoditas, hingga kenaikan harga-harga komoditas. Deretan penyebab ini membuat kenaikan tingkat inflasi sekaligus memperlambat pertumbuhan global. Ditambah, kebijakan arah suku bunga global yang terus tinggi dalam waktu lama.
"Serta belakangan ada arah suku bunga global yang terus meningkat higher for longer, menjadi salah satu faktor tekanan terhadap rupiah dan juga ada penyesuaian strategi investasi oleh investor terutama investor asing di pasar modal kita yang turut mempengaruhi pasar di sepanjang tahun 2026 ini," beber ia.