Rincian lebih lanjut mengenai kopilot penerbangan Flydubai terungkap pada akhir pekan ketika ia masih menjalani pemeriksaan di Uni Emirat Arab. Perwakilan Israel terus mendapat informasi terbaru mengenai pemeriksaan tersebut.

Media Israel mengutip sejumlah sumber yang mengetahui penyelidikan tersebut yang mengatakan bahwa kopilot itu mengaku kepada penyidik, setelah menyerang Kapten Smit Machchhar, dia berniat tetap menerbangkan pesawat seperti biasa hingga memasuki wilayah udara Israel dan mendapatkan izin mendarat dari Bandara Ben Gurion.

Menurut laporan tersebut, dia kemudian berencana menabrakkan Boeing 737 MAX, yang membawa lebih dari 180 penumpang, ke bandara atau sebuah gedung bertingkat di pusat Tel Aviv, dengan meniru serangan al-Qaeda pada 11 September 2001 di Amerika Serikat.