Sumber-sumber tersebut mengatakan kopilot itu kemungkinan besar bertindak sendiri, bukan atas nama organisasi radikal atau pemerintah asing. Kopilot tersebut juga dilaporkan mengatakan kepada penyidik bahwa sebelumnya dia pernah berniat membajak dan menabrakkan pesawat dalam penerbangan lain menuju Tel Aviv, tetapi mengurungkan niat karena mengenal seseorang di dalam pesawat.
Belum ada tanggapan langsung dari pihak berwenang Uni Emirat Arab maupun Israel.Jaksa Agung UEA Hamad al-Shamsi mengatakan pada Sabtu (3/10) bahwa penyelidikan akan mengungkap secara menyeluruh kronologi kejadian, motif, serta kemungkinan adanya keterkaitan dengan pihak lain dalam insiden tersebut.
Hasil penyelidikan akan diumumkan setelah proses itu selesai.