"Kadang ada yang mendinginkan dengan kipas angin, ini bisa menyebarkan bakteri. Jadi penyebabnya justru setelah dimasak," pungkas Anggit.
Subkoordinator Surveilans Karantina Kesehatan dan Imunisasi Dinas Kesehatan Pemkab Klaten, Mentes Hartanti, mengatakan sampel yang diambil dari SPPG maupun sekolah. Sampel diteliti di Jogja.
"Di balai besar Labkesmas Jogja. Bank sampel SPPG Bacillus sp positif pada tumis buncis dan tahu saus padang,diambil di MIM Cetan Bacillus sp pada nasi putih, tumis buncis dan tahu saus padang," jelas Mentes saat diminta konfirmasi NadiKabar di pesan WA.
"Untuk hasil lab sudah kami sampaikan ke korwil BGN dan SPPG," imbuhnya.
Sebelumnya diberitakan, puluhan siswa dari Madrasah Ibtidaiyah Muhammadiyah (MIM) Srebegan dan MIM Cetan, Kecamatan Ceper, Klaten diduga keracunan makanan program MBG. Siswa dua sekolah mengalami gejala mual dan pusing.
Narni, orang tua siswa mengatakan dirinya dikabari pihak sekolah sekitar pukul 09.30 WIB. Karena khawatir, langsung datang ke sekolah."Sekitar pukul 09.30 WIB tadi dikabari sekolah. Anak saya mual dan muntah," kata Narni kepada NadiKabar di lokasi, Kamis (3/9/2026) siang.
"Tadi sudah membaik dikasih obat. Sudah boleh pulang," ungkap Narni.