Orang tua siswi MIM Cetan, Tria mengatakan dirinya kaget saat mau menjemput anaknya yang duduk di kelas 3 dan mengetahui ada kejadian tersebut. Anaknya hanya pusing kemudian langsung diberikan obat.
"Hanya pusing tidak sempat muntah karena dikasih obat. Katanya makan ikan dori, sama dengan di Srebegan karena satu dapur (SPPG)," jelas Tria kepada NadiKabar.
Camat Ceper Aris Munandar menjelaskan siswa mengalami gejala keracunan terindikasi setelah makan menu MBG. Jumlah di MIM Srebegan ada 33 orang.
"Sementara terdampak di sini ada 33 orang. Ada yang ditangani di Puskesmas dan di sini, untuk yang di MIM Cetan baru kita kumpulkan data," katanya kepada NadiKabar.Pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menduga ikan dori kemasan jadi pemicunya.
"Tadi saya sudah sidak di lokasi, saya tanyai SPPI, ahli gizi, saya tanya semuanya. Penyebabnya bukan masalah masakan, bukan human error, bukan masalah kebersihan, bukan masalah standarisasi dan yang lainnya, cuma tadi memang beli ikan dori di kemasan, padahal saya sudah menganjurkan jangan beli daging di kemasan," jelas ketua Yayasan Sridaya Amanah Sejahtera, Bambang Sridaya kepada wartawan di SPPG.
Bambang mengaku tidak tahu ada unsur politik atau apa sebab di kemasan ikan tampilannya bagus. Tapi saat disajikan rasanya ada basi.
"Saat disajikan rasanya ada basi-basi. Tidak saya sebut belinya dari mana tapi di atas bagus di tengah basi," kata Bambang.