"Ketika masuk ke website palsu tersebut, si korban diminta untuk memasukkan credit card," imbuh dia.
Dia menyampaikan pihaknya pun langsung melakukan serangkaian penyelidikan. Akhirnya, pada 31 Juli 2026, ditemukan sebuah mobil yang dicurigai berkaitan dengan tindakan kejahatan berupa SMS palsu ini.
"Tim melakukan penyelidikan dan menemukan adanya mobil berwarna silver pelat B-2755-XXX, yang diduga berjalan lambat dan kerap kali bolak-balik di sekitar rute yang kami sebutkan sebelumnya," jelas Grawas.
"Atas dasar tersebut, tim melakukan penggeledahan dan kemudian menemukan alat fake BTS yang dioperasikan oleh Saudara GM selaku driver," lanjutnya.
Grawas mengatakan, saat diamankan, GM mengaku bekerja atas perintah seseorang berinisial NL. Penyidik kemudian mendalami peran NL yang merupakan pihak pencari mobil untuk digunakan serta pencari driver.