"Motif sementara yang kita ketahui baru yang ketangkap ini. Ada masalah keluarga. Kuliah berhenti, (DO?) iya," terang Kiswanto.

Saat melakukan aksinya, pelaku memilih korban secara acak seperti layaknya klitih. Mereka tidak memiliki persoalan dengan para korban.

KBO Satreskrim Polresta Sleman, Ipda Kiswanto mengatakan total pelaku dalam kasus ini berjumlah empat orang, IRS salah satunya. IRS sendiri berperan sebagai eksekutor.

"Korban ini acak, dia ndak ada masalah dengan orang itu. Enam kali tembak kalau pengakuan pelaku, yang kena tiga kali kena, punggung," terang Kiswanto dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Kamis (27/8).

Adapun airsoft gun yang dipakai IRS, kata Kiswanto, adalah milik salah satu pelaku yang belum diamankan.

"Airsoft gun ini bukan milik pelaku, tapi milik salah satu teman pelaku yang belum tertangkap," ungkapnya.

Polisi masih terus memburu 3 pelaku lainnya untuk mendalami motif sebenarnya. Ada dugaan, para pelaku sengaja melakukan tindakan ini dan sengaja merekamnya.

"Yang menembak yang kita amankan ini. Peran pelaku lain ada yang membawa sajam jenis celurit, terus ada yang menjadi joki, dan ada yang merekam video. Kemungkinan sengaja membuat konten untuk diperlihatkan ke temen temennya," paparnya.