NADIKABAR.COM — Teror penembakan misterius menggunakan senjata airsoft gun terjadi di Jogja. Sejumlah pengendara sepeda motor menjadi korban.
Meski tidak mematikan, aksi penembakan misterius ini membuat resah warga, terutama yang keluar malam. Fenomena ini juga menjadi perhatian pembaca detikJogja selama sepekan terakhir.
Aksi penembakan misterius ini awalnya terjadi di Sleman, tepatnya di kawasan Maguwoharjo, pada Minggu (2/8). Seorang pengendara motor dipepet oleh pelaku yang menembakkan peluru gotri itu.
Dimintai konfirmasi mengenai kejadian ini, Kasi Humas Polresta Sleman, Iptu Argo Anggoro pun membenarkan adanya tindak kejahatan jalanan yang terjadi di Jalan Laksda Adisucipto, Maguwoharjo, Depok, Sleman, dini hari tadi sekitar pukul 02.00 WIB itu. Menurutnya, korban telah membuat laporan ke Polsek Depok Timur.
"Korban berinisial AARP (17), laki-laki, pelajar, warga Tangerang Selatan, saat kejadian tengah dalam perjalanan dari Solo menuju Yogyakarta bersama rekannya," ujar Argo saat dihubungi, hari ini.
Adapun kronologi kejadian, dijelaskan Argo, berawal saat korban yang hendak pulang ke Jogja dari Solo, tiba-tiba dipepet dua orang terduga pelaku yang berboncengan. Kemudian salah satu pelaku mengeluarkan sepucuk airsoft gun.
"Saat melintas di lokasi kejadian, korban diduga dipepet oleh dua orang yang berboncengan menggunakan sepeda motor Honda PCX warna hitam. Salah seorang terduga pelaku disebut mengenakan jaket ojek online warna hijau serta membawa senjata tajam menyerupai celurit dan senjata jenis airsoft gun," paparnya.
"Terduga pelaku kemudian diduga menembakkan air softgun hingga mengenai bagian punggung korban dan mengakibatkan luka. Korban selanjutnya mendapatkan perawatan medis dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Depok Timur," imbuh Argo.
Beberapa hari kemudian, peristiwa itu terulang. Kali ini penembakan terjadi di Banguntapan, Bantul. Korban menceritakan peristiwa yang dialami melalui medsos.
"Pagi min ijin , sya mau cerita to MLM sekitar pukul 1 MLM suami sy baru mau pulang ke rmh dia melewati per4an blok 0 min , dan disana dia mengalami hal yg tidak di inginkan dia tiba2 di tembak dengan pistol airsoft gun 2x di bagian punggung belakang dan paha kaki kanan min , mohon sekali bagi share pengalaman saya ini min agar orang2 lebih waspada lagi apa bila sedang keluar malam , ternyata sekarang bukan hanya klitih saja yg sangat meresahkan , cukup sekian min dan Terimakasih," kata akun Instagram @merapi_uncover seperti dilihat detikJogja.
Kasi Humas Polres Bantul, Iptu Rita Hidayanto mengatakan, bahwa telah mengetahui kejadian tersebut. Namun, hingga saat ini belum ada laporan dari korban ke polisi.
"Sampai saat ini belum ada laporan terkait peristiwa penembakan airsoft gun sebagaimana viral di media sosial," katanya saat dihubungi detikJogja, Rabu (5/8/2026).
Polisi mengamankan satu dari empat pelaku penembakan airsoft gun di Jalan Laksda Adisucipto, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Minggu (27/8). Pelaku berinisial IRS (27) yang diamankan adalah eksekutor atau si penembak.
KBO Satreskrim Polresta Sleman, Ipda Kiswanto mengatakan pelaku berhasil diamankan pada hari Sabtu (22/8) di wilayah Maguwoharjo, Depok, Sleman.
"Pelaku (berinisial) IRS, usia 27 tahun, laki-laki, pelajar/Mahasiswa, dengan alamat Maguwoharjo, Depok, Sleman," terang Kiswanto dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Kamis (27/8).
Dari pengakuan pelaku, kata Kiswanto, motif pelaku melakukan tindakan itu lantaran adanya masalah keluarga.
"Motif sementara yang kita ketahui baru yang ketangkap ini. Ada masalah keluarga. Kuliah berhenti, (DO?) iya," terang Kiswanto.
Saat melakukan aksinya, pelaku memilih korban secara acak seperti layaknya klitih. Mereka tidak memiliki persoalan dengan para korban.
KBO Satreskrim Polresta Sleman, Ipda Kiswanto mengatakan total pelaku dalam kasus ini berjumlah empat orang, IRS salah satunya. IRS sendiri berperan sebagai eksekutor.
"Korban ini acak, dia ndak ada masalah dengan orang itu. Enam kali tembak kalau pengakuan pelaku, yang kena tiga kali kena, punggung," terang Kiswanto dalam jumpa pers di Mapolresta Sleman, Kamis (27/8).
Adapun airsoft gun yang dipakai IRS, kata Kiswanto, adalah milik salah satu pelaku yang belum diamankan.
"Airsoft gun ini bukan milik pelaku, tapi milik salah satu teman pelaku yang belum tertangkap," ungkapnya.
Polisi masih terus memburu 3 pelaku lainnya untuk mendalami motif sebenarnya. Ada dugaan, para pelaku sengaja melakukan tindakan ini dan sengaja merekamnya.
"Yang menembak yang kita amankan ini. Peran pelaku lain ada yang membawa sajam jenis celurit, terus ada yang menjadi joki, dan ada yang merekam video. Kemungkinan sengaja membuat konten untuk diperlihatkan ke temen temennya," paparnya.