Keluarga tersebut kemudian menuntut Tesla, untuk memperoleh ganti rugi atas biaya pengobatan dan kerugian lainnya.

Dalam gugatannya, keluarga Nguyen menyoroti sistem bantuan pengemudi Tesla. Mereka menuding sistem tersebut gagal menjaga kendaraan tetap berhenti, memicu akselerasi tanpa input dari pengemudi, serta membuat Nguyen kesulitan mengambil kembali kendali melalui pengereman maupun kemudi.

Nguyen juga menyebut dirinya membayar sekitar 15.000 dolar AS untuk teknologi tersebut. Namun, Tesla diketahui tidak mengenakan biaya sebesar itu khusus untuk Autopilot.

Angka tersebut lebih sesuai dengan harga paket Full Self-Driving (Supervised), sehingga masih belum jelas sistem mana yang dimaksud dalam gugatan.

Kini, data kendaraan menjadi bagian penting untuk mengungkap penyebab kecelakaan. Data tersebut dapat menunjukkan posisi pedal akselerator dan rem, kecepatan kendaraan, input kemudi, serta status sistem bantuan pengemudi ketika insiden terjadi.