Para peneliti menemukan negara-negara dan wilayah yang lebih kaya dengan basis industri yang kuat serta tidak terlalu bergantung pada perdagangan global, akan lebih mampu mengatasi bencana global.

Dengan basis industri yang kuat, suatu negara mampu memproduksi barang-barang yang tidak dapat mereka impor, sehingga membuat mereka lebih tangguh.

Faktor geografi juga berperan dalam menentukan kesiapan negara dalam menghadapi bencana global. Berdasarkan temuan peneliti, negara berbentuk pulau besar lebih aman karena dapat dengan mudah mengisolasi diri.

Namun, perlu diingat bahwa negara kepulauan juga dihadapi kerentanan bencana alam seperti tsunami dan gempa bumi. Misalnya Jepang, yang memiliki risiko tersebut sekaligus memiliki ketergantungan perdagangan karena kapasitas industrinya yang terbatas.

Masih dalam lingkup faktor geografi, Bumi bagian selatan memiliki lebih banyak lautan dan lebih sedikit gunung api. Lautan ini dapat berfungsi sebagai penyangga iklim, sehingga negara-negara di sekitarnya lebih tahan terhadap letusan gunung berapi besar,

Peneliti juga menyebutkan bahwa proses demokrasi dan kesetaraan membuat sebuah negara lebih mampu menghadapi bencana secara umum.

"Ketika bencana ini terjadi, Anda harus membuat keputusan yang tepat, dan ini bergantung pada apakah negara Anda memiliki tata pemerintahan yang berfungsi," kata Jehn.

"Ketidaksetaraan memperburuk tata pemerintahan, karena hal itu menyebabkan hal-hal seperti persaingan antar elit, atau berkurangnya kapasitas negara," jelasnya.

Sedangkan negara-negara dengan kemampuan nuklir seperti Amerika Serikat, Inggris, Prancis, Israel, Rusia, Pakistan, dan India, lebih berisiko terlibat dalam perang nuklir. Hal ini membuat belahan bumi utara, tempat negara-negara NATO berada, lebih rentan terhadap serangan nuklir